Tuesday, July 29, 2008

...hidup itu berjuang...


Ada anak kecil berjalan-jalan di kebun, kemudian dia menemukan 2 kepompong yang menggantung di sebuah pohon. Dia mengamati satu kepompong yang mulai bergerak dan membengkak, rupanya makhluk di dalamnya ingin keluar. Dengan susah payah calon kupu-kupu di dalamnya ingin keluar, dia meronta, menjejakkan kaki tangannya sekuat tenaga, berusaha merobek kulit kepompong. Hampir selama satu jam kupu-kupu tersebut berjuang dan akhirnya dapat keluar, maka terbanglah ia menjadi kupu-kupu yang cantik.

Kemudian kepompong yang satu lagi juga mulai beraksi seperti kepompong yang pertama tadi. Si anak tersebut berpikir, kasihan sekali kalau kupu-kupu ini harus berjuang selama satu jam untuk keluar dari kepompongnya. Akhirnya sang anak ingin membantu kupu-kupu tersebut keluar dari kepompongnya. Disobeknya kulit kempompong supaya kupu-kupu itu cepat keluar dan terbang menyusul temannya yang sudah duluan terbang.

Namun, apa yang terjadi? Kupu-kupu tersebut cepat keluar dari kepompongnya, namun dia tidak terbang, dia langsung jatuh ke tanah, tak berdaya.

Kenapa begitu?

Kupu-kupu kedua dibantu untuk keluar dari kepompongnya. Sehingga otot-otot tubuhnya, kaki, tangan, dan sayapnya belum terlatih. Tidak digerakkan untuk meronta, menjejak, merobek, dan berjuang membuka kepompongnya sendiri. Tubuhnya menjadi lemah sehingga tidak bisa terbang.

***

Apa pelajaran yang kita petik dari kisah 2 kepompong di atas?

Sungguh indah skenario Allah, yang telah membuat Sunnatullah (hukum-hukum alam). Allah menginginkan kemudahan bagi umatnya dan bukan kesukaran. Jika Allah menginginkan kita berjuang, memberikan kita ujian, supaya kita menjadi makhluk yang kuat dan mulia agar menemukan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini.

Manusia-manusia yang sangat disayangi Allah seperti para Nabi, para sahabat, para Wali, selalu diberikan ujian yang berat untuk menaikkan derajatnya menuju insan kamil. Kesuksesan dan kebahagiaan akan lebih terasa nikmat dan disyukuri, jika dicapai dengan suatu perjuangan



===================================================================
Read More..

Tuesday, July 22, 2008

...Misteri Bau Tanah Terpecahkan...


Bau tanah yang khas tercium setiap kali hujan mengguyur, tapi dari mana asal bau tersebut masih menjadi teka-teki sejak bertahun-tahun. Para peneliti dari Universitas Brown di New York, AS, akhirnya memastikan bahwa aroma tersebut berasal dari senyawa yang dihasilkan bakteri.

Mereka menyimpulkan bahwa bau tanah berasal dari kombinasi dua senyawa yang disebut geosmin dan methylisoborneol. Kedua zat kimia yang tidak berbahaya itu termasuk dalam kelas senyawa terpene yang sama-sama disintesis oleh bakteri tanah.

Tahun lalu, salah satu peneliti bernama David Cane menemukan gen dalam tubuh bakteri yang mengatur produksi geosmin. Proses produksi methylisoborneol masih misterius waktu itu. Sebab, tidak seperti senyawa-senyawa terpene lainnya yang memiliki 15 rantai karbon, senyawa ini hanya memiliki 11 rantai karbon.

Saat itu, Cane dan koleganya, Chieh-Mieh Wang, mencoba menyintesis senyawa tersebut dengan mempelajari gen bakteri tanah yang disebut Streptomyces. Salah satu gen dari 8.000 gen diprediksi sebagai katalis terpene, tapi saat disisipkan ke tubuh bakteri lainnya ternyata tak menghasilkan apa-apa.

Gen ganda

"Kami lalu melihat gen lainnya, gen berikutnya dari yang pertama," ujar Cane yang melaporkan temuannya dalam Journal of the American Chemical Society. Gen tersebut diketahui menambahkan satu rantai karbon dalam senyawa kimia yang dihasilkan gen lainnya.

Tanpa disadari sebelumnya, methylisoberneol dihasilkan dari kerja sama kedua gen. Saat kedua gen disisipkan ke dalam bakteri Escherichia coli, senyawa tersebut terbentuk sempurna.

Selain pada bakteri, Cane memperkirakan kedua senyawa tersebut juga dihasilkan alga hijau. Sebab, aroma yang sama juga ditemukan pada lumpur yang terbentuk di dalam perairan yang ditumbuhi alga tersebut. Jika benar, temuan ini dapat dijadikan dasar peringatan dini untuk mencegah gangguan ganggang sebelum tumbuh berlebihan.

WAH
Sumber : NewScientist



=================================================================
Read More..

..the comments,,